Itu aku…..
Seorang pemuda yang kupikir pecundang dari segalanya,itu aku
waktu smp yang kupikir sudah jauh lebih baik.dari cara pikirku yang kadang
hanya melihat seseorang dari segi negatifnya saja.dan kucuba berubah dari
segala cercaan yang mereka keluarkan dengan sekedar diam tanpa kata yanga
kadang merupakan pilihan terbaikku dalam setiap bualan mereka.aku sadar akan
waktu yang terus menua dan kadang juga ku mempersiapkan segla masa
depanku,mulai sekolah bekerja hingga pasanganku kelak.aku disini telah 7 kali
jatuh cinta pada setiap wanita yang berbeda dan kalian tau apa yangku
rasakan,yaa melayang ingin sekali memilikinya,dan kalian tau lagi apa yangku
dapatkan hanya isapan arum manis di pasar malam iya manis tp pahit,aku tak
dapatkan mereka semua.maaf bukan smua tp salh satu dari mereka.
Yaaa pecundangnya aku,gadis yang pertama,sebut saja dewi,ya
gadis kalem,berpenampilan sholehah,pinter,dan yang pasti cantik,aku menyerah
saat kutau dia sudah punya hubungan yang sudah hamper lama,nah kalian tau bagaimana
pecundangnya aku?,tentu aku akan mundur dengan cara pikirku yang mungkin kurang
bodoh untuk seorang yang sedang kasmaran.kuturuti semua kata temanku yang sudah
pernah pacaran dan kutau itu semua cara yang bodoh menurutku pandangan seorang
sepertiku.kutulis namanya di hamper semua buku pelajaran kelas 2 dan 3 tapi apa
guna ketika ku sadar hanya tulisan belaka.kucuba untuk lupakan di malam yang
panjang,tp kalian tau apa caraku?menghapus semua tulisan namanya mungkin mudah
untuk pensil,dan kurobek semua yang pake bolpen.akan tetapi waktu itu hampir
pagi,aku baru tidur ,mungkin ku sudah melupakannya.bangun siang berangkat telat
hal biasa bagiku dan telatnya pun bareng dia,serasa ingatan hatiku mulai pulih
saat itu,kuberikan senyumku yang terindah mungkin tidak terlalu,dia hanya
melihat sekilas padaku karna sedang menoleh ke temannya yang ada didepanku,tp
aku pun sunguh senang.tiba di kelas saat pelajaran membosankan bahkan monoton
maklum guru hampir pensiun waktu itu,dan kalian tau apa yang akan dilakukan
seorang pecundang kasmaran?benar menulis namanya lagi di kertas kertas monoton
hingga jari dan tangan,hampir sekelas tau dan menyemangatiku,aku pun semakin
senggelora .
Daaaan sepecundangnya aku,dihadapannya hanya berdua waktu
pulang sekolah,aku tak berani seperti tadi,dan hanya berfikir sempit tuk jadi
miliknya,kuberanikan diri ini mungkin basa basi nanyain yang akan dikerjakan
sepulangnya entar,hingga mulai merambah ke masalah hati kubercerita tentang dia
yang sebenarnya dia itu seorang sedang ku ajak bercerita,tapi apalah mungki
caraku bercerita kurang greget,dia hanya manggut tak jelas,
Sepulangnya dari itu ku dapat sms dari pacarnya,yaa sungguh
sakit bagiku.dikatain bajingan apalah itudan minta jauhin dewi jangan digoda
mentang” kakak kelasnya apa?,padahal setua aku saat itu dan dia hanya seperti
adek kelasku.tp sepecundangnya aku hanya balas iya, maaf.kutahan sekuat hati
tuk memilikinya dan kupilih opsi cewek lain yang akan kuceritakan nanti..,dia
tiva teman sekelasku saat itu,
…………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar